Selepas salat ashar, warga Darus-Sunnah yang terdiri dari mahasantri putra-putri, santri madrasah dan asatidz serta musyrif, ditambah beberapa alumni yang telah hadir langsung menuju pemakaman pak Kiai untuk melaksanakan tahlil.

Setelah berkumpul di hadapan makam Kiai, tahlil langsung dimulai. Hadhorot dipimpin oleh Ust. Andi Rahman, pembacaan surah Yâsin dipimpin oleh santri madrasah, kemudian pembacaan tahlil dipimpin oleh Musyrif, dan yang terakhir doa, dipimpin oleh salah seorang alumni Darus-Sunnah.

Lokasi pemakaman dibanjiri oleh para santri, hingga sebagiannya menempati serambi masjid dan serambi depan kelas, adapun santri putri serta musyrifah menempati masjid Muniroh Salamah bagian dalam hingga luar masjid.

Proses pemakaman ini berjalan lancer dan khidmah tanpa hambatan. Selepas tahlil, para santri bergegas menyiapkan acara dan merapikan lokasi, sebagian santri madrasah melanjutkan membaca al-Quran di masjid. Adapun santri putri langsung bersegera menyiapkan konsumsi dan sebagianya melanjutkan piket untuk merapikan pondok dan bantu-bantu ndalem.