Di pertengahan bulan Ramadhan ini, Madrasah Darus-Sunnah (MDS) kembali menggelar ujian terbuka tahfiz al-Qur’an. Kegiatan yang berlangsung 27-30 Mei 2018 tersebut diperuntukan untuk dua jenjang tahfiz, yakni jenjang juz ‘Amma dan jenjang 10 juz. Sidang yang digelar di masjid Muniroh Salamah tersebut untuk menguji santri MDS yang telah mendaftarkan diri mengikuti wisuda tahfiz al-Qur’an yang akan di gelar di awal tahun ajaran baru 2018-2019.

Ada 5 anak yang tercatat sebagai peserta ujian tahfiz jenjang juz ‘Amma. Kelimanya adalah Faqih Muhajir al-Hamidy, Muhammad Nabil Athaillah, Muhammad Ijlal Fauz Kautsar, Irsyad Bagus Samudra, dan Akhyas Izhdhihari Ahmad. Kesemuanya adalah santri MDS kelas I.

Sedangkan untuk kategori tahfiz 10 juz, tercatat dua anak. Keduanya adalah Edo Mirtadlo dan Muhammad Miqdad al-Farisi. Sebagaimana biasanya, para peserta akan dihadapkan kepada dewan penguji dan disaksikan secara terbuka oleh santri ataupun mahasantri Ma’had Darus-Sunnah. Jika peserta memenuhi kriteria ujian, maka berhak untuk mengikuti wisuda. Tetapi, jika kurang memenuhi batas nilai dan kriteria yang telah ditentukan oleh LTTQ (Lembaga Tahsin dan Tahfiz al-Qur’an) MDS, maka harus mengulang mengikuti ujian terbuka periode selanjutnya.

Di kesempatan lain, Ustadz Ahmad Munshorif al-Hafiz, Lc., S.Sos selaku Direktur LTTQ menyatakan bahwa masih ada beberapa pendaftar yang belum bisa diujikan saat Ramadhan ini. Salah satunya ialah karena sudah mendekati waktu liburan. Hanya saja, setelah lebaran nanti, akan segera diadakan ujian terbuka. Dan didahulukan untuk jenjang tahfiz 20 juz. Sudah banyak santri MDS, khususnya santri kelas IV yang mendaftar.

Sebagaimana juga diakui oleh Muhammad Raiyan Haidar Ali, santri MDS kelas IV yang mendaftarkan diri sebagai peserta tahfiz jenjang 20 juz, ujian terbuka berjenjang seperti ini sangat memotivasi santri untuk menghafal al-Qur’an. Santri bisa semangat menambah dan mengulang hafalannya. Karena jenjangnya sudah jelas, maka bisa direncanakan dan disiapkan sejak awal.

Semoga dengan kreativitas pengurus LTTQ MDS mengemas program tahfiz, setiap santri akan terpicu menghafal dan mempelajari al-Qur’an. Begitu juga mengamalkannya. Amiin.

Leave a Reply