Usiaku Belum Setahun, Kini Aku Seorang Yatim

Usiaku Belum Setahun, Kini Aku Seorang Yatim
Sudah tujuh hari ini aku dan kawan-kawan resmi menyandang status yang baru. Dahulu kami yang hidup bersama dalam keluarga dengan seorang ayah yang bijaksana, merasakan kehangatan dan kebersamaan yang sempurna. Setiap seminggu sekali, aku dan kawan-kawan secara berkelompok bertemu duduk bersama beliau dengan pakian yang serba putih untuk mendengarkan untaian mutiara sabda Rasulullah saw. yang termaktub dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Tidak boleh sama

Potret Ulama Nusantara

Potret Ulama Nusantara
Ayahanda Kiai Ali Mustafa Yaqub; Sebelum memasuki pembahasan inti dari catatan kecil ini, ada satu hal yang perlu kami sampaikan selaku santri beliau. Bahwa beliau sangat menganggap para santrinya sebagai anak kandungnya sendiri. Anggapan ini dapat dilihat dari perkataan yang sering sekali diulang-ulang oleh beliau ketika mengajar kitab Shahihain (Bukhari-Muslim) dan/atau dalam acara-acara tertentu semisal pelantikan kepengurusan. “Ayuhat thalabah, ana

Surat Kecil untuk Sang Murabby

Surat Kecil untuk Sang Murabby
Ayahanda Prof. Dr. KH Ali Mustafa Ya’qub, MA Tulisan ini bukanlah pertama maupun terakhir yang dibuat para santri, alumni, anditaulan, ataupun media. Saya yakin, masih akan ada banyak tulisan yang muncul untuk mengenang jasa Pak Yai. Bukan sekedar jasa, tapi lebih dari kedekatan Pak Yai dengan orang-orang disekitarnya. Benar sekali yang dikatan salah satu alumni  saat perbincangan hangat kemarin malam,”Udah, tidur yuk, gak bakal ada habisnya kalau kita

Generasi Terakhir

Generasi Terakhir
Kamis 28 April 2016. Malam Jum'at tepatnya. Yang seharusnya malam ini adalah latihan wisuda ke-5 bersama pak Kyai karena ayahanda kami wafat maka latihan pun batal. Yang seharusnya Wisuda Darus Sunnah ke-14 bisa dihadiri oleh pak Kyai, karena ayahanda kami wafat mau ta mau wisuda sarjana Darus Sunnah ke-14 sampai seterusnya harus berjalan tanpa sosok ayahanda tercinta  (Prof. Dr. KH Ali Mustafa Ya'qub. MA). Yang seharusnya calon mahasantri Darus sunnah p

Mimpi itu Seakan Nyata

Mimpi itu Seakan Nyata
Ojo ngerasani Gusti Allah (Jangan mengumpat Allah) Tiba-tiba saja sesosok berwibawa dengan kopyah putih bulat dan pakain putih bersih serta wajah cemerlang bercahaya datang, melabrak kesunyian malamku. Sosok itu pun sudah duduk dengan ditemani teh pekalongan dalam cangkir kaca dengan ukiran coklat yang cantik bersanding dengan tisu merk “Paseo” di atas pilar kursi kayu yg dibalut spon warna krem . Aku pun mulai sadar siapa sosok itu. Ya ya Kyai-ku ...

Kami Masih, dan Akan Selalu Mengingatmu

Kami Masih, dan Akan Selalu Mengingatmu
"Pak Kiayi" itulah sapaan akrab beliau dikalangan para santrinya, hari kamis tanggal 28-April-2016 pukul 6:30, tepatnya setelah halaqoh kajian Hadist beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sungguh kami merasa terkejut dan rasanya sulit untuk dipercaya, ketika kami mendengar kabar dari salah satu senior, sambil keliling asrama di pesantren Darussunnah " Pak kiayi meninggal pak kiyayi meninggal" seketika itu banyak teman-teman kami yang tidak percaya d...