Usiaku Belum Setahun, Kini Aku Seorang Yatim

Usiaku Belum Setahun, Kini Aku Seorang Yatim
Sudah tujuh hari ini aku dan kawan-kawan resmi menyandang status yang baru. Dahulu kami yang hidup bersama dalam keluarga dengan seorang ayah yang bijaksana, merasakan kehangatan dan kebersamaan yang sempurna. Setiap seminggu sekali, aku dan kawan-kawan secara berkelompok bertemu duduk bersama beliau dengan pakian yang serba putih untuk mendengarkan untaian mutiara sabda Rasulullah saw. yang termaktub dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Tidak boleh sama

Potret Ulama Nusantara

Potret Ulama Nusantara
Ayahanda Kiai Ali Mustafa Yaqub; Sebelum memasuki pembahasan inti dari catatan kecil ini, ada satu hal yang perlu kami sampaikan selaku santri beliau. Bahwa beliau sangat menganggap para santrinya sebagai anak kandungnya sendiri. Anggapan ini dapat dilihat dari perkataan yang sering sekali diulang-ulang oleh beliau ketika mengajar kitab Shahihain (Bukhari-Muslim) dan/atau dalam acara-acara tertentu semisal pelantikan kepengurusan. “Ayuhat thalabah, ana

Surat Kecil untuk Sang Murabby

Surat Kecil untuk Sang Murabby
Ayahanda Prof. Dr. KH Ali Mustafa Ya’qub, MA Tulisan ini bukanlah pertama maupun terakhir yang dibuat para santri, alumni, anditaulan, ataupun media. Saya yakin, masih akan ada banyak tulisan yang muncul untuk mengenang jasa Pak Yai. Bukan sekedar jasa, tapi lebih dari kedekatan Pak Yai dengan orang-orang disekitarnya. Benar sekali yang dikatan salah satu alumni  saat perbincangan hangat kemarin malam,”Udah, tidur yuk, gak bakal ada habisnya kalau kita

Pak Kiai, Sahih Bukhari, dan Bahasa Inggris

Pak Kiai, Sahih Bukhari, dan Bahasa Inggris
(Darus-Sunnah, Senin, 8 September 2014) Tidak ada yang berbeda di pagi yang temaram ini. Lampu-lampu taman yang senantiasa menghantarkan cahaya sepanjang malam, juga pohon kamboja sekedirian dua orang dewasa yang menjatuhkan bunga-bunganya satu per satu. Asri dan mengundang suasana sendu nan apik. Keindahan suasana ini selalu kami rasakan, berulang setiap pagi. Semua berjalan sebagaimana biasanya. Sebelum semburat Matahari mengintip di sebelah ufuk tim...

Pak Kyai dalam Organisasi IPIM

Pak Kyai dalam Organisasi IPIM
Minggu (01/05/16). Refleksi mengenai sosok Kyai 'Ali Mustafa Ya'qub masih berlanjut. Kali ini  Ust. Taufik, tangankanan Pak Kiai Mustafa di IPIM (Ikatan Persatuan Imam Masjid Indonesia), berkisah, “Kesan awal Saya bertemu dengan Pak Kiai ialah bahwa beliau seorang yang tegas dan jarang senyum. Kendati demikian, sedari awal wajahnya sudah mencerminkan kesejukan. Lebih jauh mengenal, ternyata beliau juga seorang humoris. Suatu saat beliau berkata ke

Celoteh Santri Badung

Celoteh Santri Badung
Pak, banyak hal rasanya yang ingin Ananda sampaikan. Raut wajah Bapak pada terakhir kali jumpa, -terus terang- cukup menyayat hati. Bukan salah Bapak demikian, memang santri mu ini saja yang bengal. Terima kasih atas pengajaran dan kesabaran Bapak yang selama ini. Maaf kan santri badungmu ini, Pak. (Saya boyong duluan). Dua kali diberdirikan semasa halaqah. Pertama, sebab kamar yang kotor. Kami hafal betul, bagaimana Bapak mendidik kami untuk senantiasa m

Kyai ‘Ali Mustafa Yakub : Catatan dari Seorang Mahasantri

Kyai ‘Ali Mustafa Yakub : Catatan dari Seorang Mahasantri
Hari ini, Kamis 28 April 2016 bertepatan dengan tgl 21 Rajab 1437 H telah meninggal dengan tenang guru kita Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yakub, MA. Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'Afiihii wa'fuanhu. Sebelum melanjutkan tulisan ini, Mohon berkenan membaca doa buat beliau yaa... Bagi yang memiliki majelis dan jamaah belum sempet menshalat ghaibkan, Mohon berkenan mensholatkan bersama jamaah dmajelis dan tempatnya masing. “Pakyai...” Demikian kami biasa mem