Surat Kecil untuk Sang Murabby

Surat Kecil untuk Sang Murabby
Ayahanda Prof. Dr. KH Ali Mustafa Ya’qub, MA Tulisan ini bukanlah pertama maupun terakhir yang dibuat para santri, alumni, anditaulan, ataupun media. Saya yakin, masih akan ada banyak tulisan yang muncul untuk mengenang jasa Pak Yai. Bukan sekedar jasa, tapi lebih dari kedekatan Pak Yai dengan orang-orang disekitarnya. Benar sekali yang dikatan salah satu alumni  saat perbincangan hangat kemarin malam,”Udah, tidur yuk, gak bakal ada habisnya kalau kita

Pak Kiai, Sahih Bukhari, dan Bahasa Inggris

Pak Kiai, Sahih Bukhari, dan Bahasa Inggris
(Darus-Sunnah, Senin, 8 September 2014) Tidak ada yang berbeda di pagi yang temaram ini. Lampu-lampu taman yang senantiasa menghantarkan cahaya sepanjang malam, juga pohon kamboja sekedirian dua orang dewasa yang menjatuhkan bunga-bunganya satu per satu. Asri dan mengundang suasana sendu nan apik. Keindahan suasana ini selalu kami rasakan, berulang setiap pagi. Semua berjalan sebagaimana biasanya. Sebelum semburat Matahari mengintip di sebelah ufuk tim...

Celoteh Santri Badung

Celoteh Santri Badung
Pak, banyak hal rasanya yang ingin Ananda sampaikan. Raut wajah Bapak pada terakhir kali jumpa, -terus terang- cukup menyayat hati. Bukan salah Bapak demikian, memang santri mu ini saja yang bengal. Terima kasih atas pengajaran dan kesabaran Bapak yang selama ini. Maaf kan santri badungmu ini, Pak. (Saya boyong duluan). Dua kali diberdirikan semasa halaqah. Pertama, sebab kamar yang kotor. Kami hafal betul, bagaimana Bapak mendidik kami untuk senantiasa m

Generasi Terakhir

Generasi Terakhir
Kamis 28 April 2016. Malam Jum'at tepatnya. Yang seharusnya malam ini adalah latihan wisuda ke-5 bersama pak Kyai karena ayahanda kami wafat maka latihan pun batal. Yang seharusnya Wisuda Darus Sunnah ke-14 bisa dihadiri oleh pak Kyai, karena ayahanda kami wafat mau ta mau wisuda sarjana Darus Sunnah ke-14 sampai seterusnya harus berjalan tanpa sosok ayahanda tercinta  (Prof. Dr. KH Ali Mustafa Ya'qub. MA). Yang seharusnya calon mahasantri Darus sunnah p

Puisi Untuk Kiai Ali Mustafa Yaqub

Puisi Untuk Kiai Ali Mustafa Yaqub
kepada ayahanda yang tengah berbahagia di alam sana, alam di mana sebagian kenikmatan dari Tuhan telah kau cecap, sebelum kenikmatan yang jauh lebih besar akan kau terima lagi di hari pembalasan kelak terang bulan kian temaram, lampu-lampu taman pesantren saling berpijar, di sebuah pagi yang hening, seseorang membawa kabar mengejutkan: kau telah tiada ada yang tercekat, melontarkan pertanyaan, tanda tak percaya ada yang mengucap istirja’ lalu beru...

Kiai Ali Mustafa Yaqub dan Tradisi Menulis

Kiai Ali Mustafa Yaqub dan Tradisi Menulis
Kiai Ali Mustafa Yaqub sangat pandai merawat kertas. Di meja kerjanya, tidak ada kertas yang terbuang dan masuk tong sampah sia-sia. Selembar kertas baru akan ditaruh di tempat sampah, jika memang seluruh bagiannya tidak bisa dimanfaatkan lagi. Selama masih ada bagian kertas yang kosong, jangan diharap itu kertas bisa masuk ke tong sampah, seperti kebanyakan orang. Ada berbagai macam jenis kertas yang ada di meja kerja Kiai Ali. Mulai dari kertas undang...

Mimpi itu Seakan Nyata

Mimpi itu Seakan Nyata
Ojo ngerasani Gusti Allah (Jangan mengumpat Allah) Tiba-tiba saja sesosok berwibawa dengan kopyah putih bulat dan pakain putih bersih serta wajah cemerlang bercahaya datang, melabrak kesunyian malamku. Sosok itu pun sudah duduk dengan ditemani teh pekalongan dalam cangkir kaca dengan ukiran coklat yang cantik bersanding dengan tisu merk “Paseo” di atas pilar kursi kayu yg dibalut spon warna krem . Aku pun mulai sadar siapa sosok itu. Ya ya Kyai-ku ...

Kami Masih, dan Akan Selalu Mengingatmu

Kami Masih, dan Akan Selalu Mengingatmu
"Pak Kiayi" itulah sapaan akrab beliau dikalangan para santrinya, hari kamis tanggal 28-April-2016 pukul 6:30, tepatnya setelah halaqoh kajian Hadist beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sungguh kami merasa terkejut dan rasanya sulit untuk dipercaya, ketika kami mendengar kabar dari salah satu senior, sambil keliling asrama di pesantren Darussunnah " Pak kiayi meninggal pak kiyayi meninggal" seketika itu banyak teman-teman kami yang tidak percaya d...

Sajak Santri untuk Kyai

Sajak Santri untuk Kyai
Surat Cinta Untuk; Ayahanda Kiai Ali Mustafa Yaqub Bagaimana Kiai? Sudahkah kau bertemu Kiai Idris Kamali gurumu? Kiai Abdurrahman Wahid? Kiai Hasyim Asyari? Tak kubayangkan betapa lebar senyummu Kiai, kembali berkumpul, menenun kembali liqa'-liqa pertemuan bersama mereka. Di sini kami masih saja menangis Kiai. Entah apa yang kami tangisi, kepergianmu atau ketakberdayaan kami melanjutkan medan perjuanganmu. Bagaimana mungkin kami menangisi kepergianmu y