Sabtu, 9 Maret 2019 Darus-Sunnah mengadakan Bahtsul Masail dalam memperingati 1000 hari wafatnya Kiai Ali Mustafa Yaqub, tepatnya haul ke-3. Darus-Sunnah mengundang pesantren-pesantren se-Jabodetabek, setidaknya ada 52 pesantren yang diundang.

Mulai pukul 07:30 WIB  beberapa pesantren sudah hadir di Darus-Sunnah. Tepat pukul 08:00 WIB acara dimulai, dari 52 pesantren yang diundang, hingga pukul 09:30 WIB terdapat 15 perwakilan yang hadir.

Setelah MC membuka acara, Dr. Ubaydi Hasbillah memberi sambutan, beliau menyampaikan bahwa dengan adanya Bahtsul Masail kita menjadi sadar bahwasannya problematika umat tidak dapat dipecahkan dengan kesimpulan diri individu saja, barangkali pendapat orang lain lebih mendekati kepada kebenaran dibanding pendapat yang kita simpulkan. Semuanya dapat dirembukkan melalui musyawarah dan Bahtsul Masâil.

Setelahnya Gus Zia Ul Haramein juga memberikan sambutan sekaligus mengucapkan terimakasih kepada pondok pesantren yang telah hadir. Belau menyampaikan meski tradisi Bahtsul Masail lebih akrab di pesantren-pesantren di Jawa Timur, namun tradisi baik ini tidak terbatas oleh tempat, kita dapat mengembangkannya di berbagai pesantren selain di Jawa Timur.

Beliau juga mengutip perkataan Syaikh al-Jarnuzi dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim, seorang pelajar seharusnya melakukan Mudzakaroh (forum saling mengingatkan), Munadhoroh (forum saling mengadu pandangan) dan muthorohah (diskusi). Terakhir, pesan beliau semoga tradisi bahtsul Masail ini dapat berkembang di generasi selanjutnya.

Leave a Reply