Sosialisasi terkait penanganan Covid-19 Protokol Area Institusi Pendidikan diadakan ahad malam, (15/3).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk koordinasi antara pondok dan dinas kesehatan setempat untuk mengetahui rencana daerah setempat dalam menghadapi pandemi tersebut.

“Beberapa pesantren telah memulangkan santrinya, ada juga yang menahannya di pesantren. Darus-Sunnah yakin dapat mengisolasi diri hingga wabah ini usai” ucap Pak Makmun.

Sosialisasi pencegahan Covid-19

Beberapa keputusan ma’had dalam menghadapi keadaan ini antara lain membatasi interaksi dengan luar kawasan Ma’had, menghentikan kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang, tidak adanya musofahah (bersalaman) setelah halaqoh maupun shalat berjamaah, kewajiban menjaga kebersihan termasuk selalu mencuci tangan, tanggap dalam gejala-gejala yang perlu dicurigai, dan juga membaca doa qunut nazilah disetiap sholat lima waktu.

Tentunya, dampak dari kekhawatiran ini adalah rangkaian kegiatan Haul almarhum KH. Ali Mustafa Yaqub, MA., yang seharusnya sudah dimulai pada ahad pagi tadi.

“Kita tetap akan mengadakan Haul pak yai, tetapi cukup bagi wilayah intern Darus-Sunnah saja” tukas pak Makmun.

Khadim Ma’had Darus-Sunnah H. Zia Ul Haramein, Lc., M.Si., menegaskan, langkah ini bukan sesuatu yang berlebihan. Ini justru merupakan tindakan preventif untuk meminimalisir penyebaran virus.
“Jangan dibilang ini lebay, ini demi kemaslahatan kita bersama” ujar beliau.

(SM)