Ciputat– Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences kembali melaksanakan Wisuda untuk mahasatri yang ke 16, sabtu (22/10).

Sebanyak 41 mahasantri dikukuhkan sebagai wisudawan dan wisudawati dalam bidang hadis dan ilmu hadis, serta berhak menyandang gelar Lc.

Selain H. Zia ul Haramain, Lc. dan Hj. Ulfa Uswatun Hasanah, (putra dan istri KH. Ali Mustafa Yaqub) serta keluarga besar Darus-Sunnah, acara ini juga dihadiri oleh beberapa tamu besar, di antaranya atase pendidikan Kedubes Saudi Arabia dan menteri agama yang diwakili oleh Staf Menteri Agama Prof. Dr. Oman Fathurrahman, M.Hum.

Dalam sambutannya mewakili menteri agama, Oman menuturkan bahwa Indonesia punya sejarah besar dalam perkembangan hadis dan ilmu hadis. Indonesia memiliki banyak sekali ulama besar yang konsen dalam bidang hadis, mulai Syekh Nuruddin ar-Raniry hingga Syekh Yasin al-Fadani.

Sayangnya, menurutnya, saat ini belum ada lembaga yang secara khusus meneruskan pengabdian dan perjuangan ulama-ulama besar asal Indonesia tersebut.

“Indonesia beruntung memiliki Darus-Sunnah. Karena Darus-Sunnahlah yang mengisi kekosongan penerus ulama-ulama besar tersebut,” jelasnya.

Oman juga berpesan kepada seluruh wisudawan Darus-Sunnah untuk selalu menebarkan tafsir keagamaan yang menyejukkan umat, mengajak kaum millenial untuk mengkaji sumber utama Islam agar tidak asal belajar di internet, serta meneladai pak kyai yang selalu menunjukkan dakwah yang damai dan sejuk.

“Dengan itu, saya yakin saudara tidak ikut-ikutan menebar profokasi yang dapat menimbulkan perpecahan di tahun politik ini,” tambahnya. (M.Alvin)

Leave a Reply