Kamis 28 April 2016. Malam Jum’at tepatnya. Yang seharusnya malam ini adalah latihan wisuda ke-5 bersama pak Kyai karena ayahanda kami wafat maka latihan pun batal.

Yang seharusnya Wisuda Darus Sunnah ke-14 bisa dihadiri oleh pak Kyai, karena ayahanda kami wafat mau ta mau wisuda sarjana Darus Sunnah ke-14 sampai seterusnya harus berjalan tanpa sosok ayahanda tercinta  (Prof. Dr. KH Ali Mustafa Ya’qub. MA).
Yang seharusnya calon mahasantri Darus sunnah periode 2016/2017 bisa merasakan kasih sayang dari sosok pak Kyai karena beliau wafat. Mau ta mau angkatan 2015/2016 (IHNA) adalah angkatan yang terakhir yang merasakan kasih sayang dari sosok pak Kyai.

Jujur hati terasa berat & air mata juga tak bisa kebendung lagi ketika mendengar kabar pak Kyai wafat. Namun semuanya itu telah menjadi suratan takdir. Kita harus Ikhlash dan ridho merelakan kepergian ayahanda kita tercinta. Meskipun engkau telah meninggalkan kami wahai ayah. Jasa-jasamu akan terus kami kenang dan pasti kami sangat merindukan momen-momen ketika bisa  bersamamu
Selamat jalan pak Kyai, Do’a kami akan selalu menyertaimu.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ له  وَارْحَمْه وَعَافِه وَاعْفُ عَنْه وَأَكْرِمْ نُزُلَه وَوَسِّعْ مُدْخَلَه وَاغْسِلْه بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّه مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْه دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِه وَأَدْخِلْه الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ آمــين اَللّهُمَّ آمين

Muhammad Hidayat

Leave a Reply