Minggu, 13 Mei 2018, Darus-Sunnah mengadakan acara bedah buku yang ditulis oleh Ulin Nuha Mahfudhon, Lc., S.S.I yang berjudul “Jalan Penghafal Al-Quran.” Dari judul tersebut kita dapat mengetahui pembahasan yang akan dibedah dalam acara itu, menghafal Al-Quran.

Diantara poin inti materi yang disampaikan oleh Ust. Ulin Nuha adalah:

Setiap orang yang menghafal Alquran, semakin ia menghafal dan mengulang hafalannya, ia akan menemukan jalannya sendiri dalam menghafal Alquran, maka tidak mesti mengikuti jalan ataupun cara orang lain dalam menghafal Alquran. Dan dalam menghafal Alquran, ada lika-liku yang pasti yang akan dihadapi, maka sabar dan istiqomah adalah kuncinya. Murojaah hafalan harus dilakukan sampai akhir hayat.

Kemudian, materi yang kedua disampaikan oleh Ustad Ali Hudaibi, Lc., MA. Beliau menjelaskan bahwa semua hal yang terkait dengan Al-Quran menjadi mulia di sisi Allah, baik waktu, tempat, orang dan sebagainya:

Malaikat Jibril merupakan malaikat yang paling mulia, sebab ia adalah malaikat yg bertugas menyampaikan Alquran kepada Nabi Muhammad Saw. Malam lailatul qadar adalah malam yang paling mulia, pada malam itu Al-Quran diturunkan. Bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia, pada bulan itulah Al-Quran diturunkan. Nabi Muhammad adalah penghulunya para Nabi, kepada beliaulah Al-Quran diturunkan.

Maka, orang-orang yang dirinya terkait dengan Alquran, insyaAllah juga menjadi orang-orang yang dimuliakan oleh Allah Swt. Namun, orang-orang biasanya tidak bersemangat menghafal Al-Quran dan tidak bersemangat pula untuk menjadikan dirinya terkait pada Al-Quran, sebab ia belum kenal dengannya, tidak pula kenal dengan keutamaan-keutamaan Al-Quran.

Semoga kita termasuk golongan yang menghafalkan Al-Quran dan menjaganya, semoga pula Al-Quran menjadi wasilah keselamatan kita di akhirat kelak. Amiin..

Leave a Reply