Ayah, Selamat Jalan

Yang tercinta, ayahanda Prof. Dr. KH Ali Musthafa Ya’qub, MA Ciputat, Rabu 27 April 2016 Rabu itu aku masih menatap wajahnya, wajah dari sosok yang begitu aku kagumi. Seperti biasa, beliau berdiri di shaf paling depan di waktu Dzhuhur itu, mengimami shalat jama’ah, suaranya lantang mengumandangkan takbir di setiap gerakannya. Read more…

Mimpi itu Seakan Nyata

Ojo ngerasani Gusti Allah (Jangan mengumpat Allah) Tiba-tiba saja sesosok berwibawa dengan kopyah putih bulat dan pakain putih bersih serta wajah cemerlang bercahaya datang, melabrak kesunyian malamku. Sosok itu pun sudah duduk dengan ditemani teh pekalongan dalam cangkir kaca dengan ukiran coklat yang cantik bersanding dengan tisu merk “Paseo” di Read more…

Optimisme Darus Sunnah

Surat Cinta Untuk Santri/Mahasantri Darus-Sunnah Mengapa Darus-Sunnah harus tetap optimis? Mengapa kita tak boleh larut dalam kesedihan? Mengapa kita tak boleh putus asa? Karena Kiai sudah mewariskan sifat-sifatnya pada penerusnya; Kepada Kiai Andi Rahman, Kiai mewariskan ketawaddu’an dan ketekunan ibadah seorang muhaddis. Senyum yang menawan dan humor-humor renyah yang kerap Read more…

Sajak Santri untuk Kyai

Surat Cinta Untuk; Ayahanda Kiai Ali Mustafa Yaqub Bagaimana Kiai? Sudahkah kau bertemu Kiai Idris Kamali gurumu? Kiai Abdurrahman Wahid? Kiai Hasyim Asyari? Tak kubayangkan betapa lebar senyummu Kiai, kembali berkumpul, menenun kembali liqa’-liqa pertemuan bersama mereka. Di sini kami masih saja menangis Kiai. Entah apa yang kami tangisi, kepergianmu Read more…