Kiai Ali Mustafa Yaqub dan Tradisi Menulis

Kiai Ali Mustafa Yaqub dan Tradisi Menulis
Kiai Ali Mustafa Yaqub sangat pandai merawat kertas. Di meja kerjanya, tidak ada kertas yang terbuang dan masuk tong sampah sia-sia. Selembar kertas baru akan ditaruh di tempat sampah, jika memang seluruh bagiannya tidak bisa dimanfaatkan lagi. Selama masih ada bagian kertas yang kosong, jangan diharap itu kertas bisa masuk ke tong sampah, seperti kebanyakan orang. Ada berbagai macam jenis kertas yang ada di meja kerja Kiai Ali. Mulai dari kertas undang...

Ayah, Selamat Jalan

Ayah, Selamat Jalan
Yang tercinta, ayahanda Prof. Dr. KH Ali Musthafa Ya’qub, MA Ciputat, Rabu 27 April 2016 Rabu itu aku masih menatap wajahnya, wajah dari sosok yang begitu aku kagumi. Seperti biasa, beliau berdiri di shaf paling depan di waktu Dzhuhur itu, mengimami shalat jama’ah, suaranya lantang mengumandangkan takbir di setiap gerakannya. Seusai shalat beliau berdiri menatap halaman melalui jendela aula dengan tatapan yang cukup lama, seakan tak akan pernah lagi ...

Kyai ‘Ali Mustafa Yakub : Catatan dari Seorang Mahasantri

Kyai ‘Ali Mustafa Yakub : Catatan dari Seorang Mahasantri
Hari ini, Kamis 28 April 2016 bertepatan dengan tgl 21 Rajab 1437 H telah meninggal dengan tenang guru kita Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yakub, MA. Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'Afiihii wa'fuanhu. Sebelum melanjutkan tulisan ini, Mohon berkenan membaca doa buat beliau yaa... Bagi yang memiliki majelis dan jamaah belum sempet menshalat ghaibkan, Mohon berkenan mensholatkan bersama jamaah dmajelis dan tempatnya masing. “Pakyai...” Demikian kami biasa mem

Mimpi itu Seakan Nyata

Mimpi itu Seakan Nyata
Ojo ngerasani Gusti Allah (Jangan mengumpat Allah) Tiba-tiba saja sesosok berwibawa dengan kopyah putih bulat dan pakain putih bersih serta wajah cemerlang bercahaya datang, melabrak kesunyian malamku. Sosok itu pun sudah duduk dengan ditemani teh pekalongan dalam cangkir kaca dengan ukiran coklat yang cantik bersanding dengan tisu merk “Paseo” di atas pilar kursi kayu yg dibalut spon warna krem . Aku pun mulai sadar siapa sosok itu. Ya ya Kyai-ku ...

Kami Masih, dan Akan Selalu Mengingatmu

Kami Masih, dan Akan Selalu Mengingatmu
"Pak Kiayi" itulah sapaan akrab beliau dikalangan para santrinya, hari kamis tanggal 28-April-2016 pukul 6:30, tepatnya setelah halaqoh kajian Hadist beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sungguh kami merasa terkejut dan rasanya sulit untuk dipercaya, ketika kami mendengar kabar dari salah satu senior, sambil keliling asrama di pesantren Darussunnah " Pak kiayi meninggal pak kiyayi meninggal" seketika itu banyak teman-teman kami yang tidak percaya d...

Optimisme Darus Sunnah

Optimisme Darus Sunnah
Surat Cinta Untuk Santri/Mahasantri Darus-Sunnah Mengapa Darus-Sunnah harus tetap optimis? Mengapa kita tak boleh larut dalam kesedihan? Mengapa kita tak boleh putus asa? Karena Kiai sudah mewariskan sifat-sifatnya pada penerusnya; Kepada Kiai Andi Rahman, Kiai mewariskan ketawaddu'an dan ketekunan ibadah seorang muhaddis. Senyum yang menawan dan humor-humor renyah yang kerap menyenangkan. Kepada Kiai Shofin Sugito, Kiai mewariskan idealisme seorang i...

Sajak Santri untuk Kyai

Sajak Santri untuk Kyai
Surat Cinta Untuk; Ayahanda Kiai Ali Mustafa Yaqub Bagaimana Kiai? Sudahkah kau bertemu Kiai Idris Kamali gurumu? Kiai Abdurrahman Wahid? Kiai Hasyim Asyari? Tak kubayangkan betapa lebar senyummu Kiai, kembali berkumpul, menenun kembali liqa'-liqa pertemuan bersama mereka. Di sini kami masih saja menangis Kiai. Entah apa yang kami tangisi, kepergianmu atau ketakberdayaan kami melanjutkan medan perjuanganmu. Bagaimana mungkin kami menangisi kepergianmu y